
Diantara kalian pasti bertanya gimana sih agar film pendek kalian terasa sinematik ? Perlu upaya lebih untuk membuat video terasa sinematik.perencanaan,komposisi,hingga hal teknis lainnya menentukan ‘rasa’ yang di sajikan setiap gambar. Tentu saja pengalaman dan kamera yang digunakan menentukan hasil akhir. Berikut adalah tipsnya:
1. Perencanaan
Bagian yang cukup sering diabaikan. Di lokasi/lapangan,kalian akan diburu oleh banyak sekali hal yang akan menggangu konsentrasi. Mulailah dengan merencanakan shoot. Buatlah floor plan, dokumen perencanaan letak kamera.
2. Aspect ratio
Aspect ratio standar kamera digital adalah 16:9 artinya perbandingan panjang dan lebar gambar anda adalah 16:9. Standar ratio yang dipakai dunia film adalah 2.35:1 dan 1.85:1. Artinya gambar yang dihasilkan terasa lebih panjang. Bagaimana cara mengubahnya? Kamu bisa melakukannya dengan menambah cinema bar di timeline software editing anda.
3. Lensa prime
Lensa merupakan faktor kunci dari gambar-gambar yang dihasilkan.video akan terlihat semakin filmis dan sinematik jika memilih lensa dengan baik. Kebanyakan film diambil dengan lensa prime. Apa itu lensa prime? Lensa prime adalah lensa fix dengan focal length 35mm,50mm,85mm,135mm. Gunakan lensa ini daripada lensa lensa lainnya.
4. Ruang tajam
Kebanyakan kamera video digital selalu menggunakan bukaan sempit, mulai dari f/8.0,f/11.0,dst. Akibatnya gambar terasa tidak tajam karena ruang tajam sangat lebar. Coba gunakan bukaan bukaan lebar seperti f/2.8,f/3.5 dll. Bukaan yang sempit akan menghasilkan ruang tajam yang lebih sempit. Alhasil gambar yang dihasilkan akan lebih tajam.
5. Gunakan 24 fps
Settingan default kamera digital kebanyakan menggunakan frame rate 30/60 fps. Artinya gambar yang dihasilkan setiap detik adalah 30 atau 6p gambar. Sementara itu, kamera frame rate film adalah 24 fps. Beberapa kamera digital kini memiliki fitur frame rate 24 fps. Gunakan frame rate tersebut jika kamu ingin mendapatkan feel sinematik.